Kreatin, Apaan sih?

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat comment dari seseorang yang menyinggung kata ‘kreatin’…

Karena nggak ngerti dan penasaran “masa’ orang minum aer malah jadi sakit?”

so saya ‘wadul’ ama simbah dah…. Mbah, Kreatin pa’an sih?

Kreatin (Creatine)

Kalo menurut Mbah Wiki neh,

Kreatin adalah asam organik bernitrogen yang terdapat secara alami di dalam hewan vertebrata. Kreatin dapat membantu menyediakan cadangan energi bagi jaringan otot dan saraf. Kreatin ditemukan pertama kali oleh Derek Edward Bye pada tahun 1832 sebagai komponen dari otot rangka. Nama kreatin sendiri berasal dari bahasa Yunani, dari kata Kreas yang berarti daging.

Sumber lain dari Mut@nt mengatakan, Kreatin (metilguanidin asam asetat) merupakan senyawa yang terkandung dalam bahan makanan protein hewani, seperti daging, ikan, dan produk hewani lainnya. Bahan makanan tersebut berfungsi sebagai sumber kraetin oksigen. Kreatin dalam tubuh berfungsi sebagai substrat sumber energi tinggi, yang menghasilkan adenosine tri fosfat (ATP) dan siap dipakai dalam waktu cepat.

Kreatin banyak digunakan para atlit untuk membentuk otot. Selain itu, kreatin juga mampu meningkatkan kemampuan otak dan daya ingat Anda. Kreatin juga berfungsi sebagai zar ergogenik, yaitu zat yang mampu memberikan peningkatan pada kapasitas performa olahraga. Kreatin dapat meningkatkan massa otot apabila diimbangi dengan olahraga.
Penelitian Persky dan Brazeau pada olahragawan angkat berat membuktikan bahwa pengkonsumsian kreatin selama 12 minggu menaikkan massa bebas lemak masing-masing 4,3 kg. Sedangkan pada kelompok yang tidak mengkonsumsi kreatin hanya mengalami kenaikan 2,4 kg. Membesarnya serat otot diduga disebabkan meningkatnya sintesis protein disertai hipertofi serat otot akibat kontraksi dan degradasi protein tidak mengalami perubahan.
Penelitian lain membuktikan bahwa suplementasi kreatin tidak meningkatkan sintesis protein.
Penelitian lain, yang dilakukan oleh Hultman, mengungkapkan bahwa kadar kreatin yang meningkat di dalam sel otot selama suplementasi, akan mengakibatkan peningkatan tekanan osmotik sel otot sehingga menyerap air masuk ke dalam sel dan serat otot akan menjadi lebih besar. Hal tersebut diketahui melalui produksi urin yang menurun selama
suplementasi. Pada keadaan ini, katabolisme protein akibat latihan juga akan menurun. Pendapat ini didukung oleh Berneis dkk yang mengatakan bahwa hiperhidrasi ini akan menyebabkan keadaan hipoosmolalitas, dan ini akan memberikan sinyal untuk menurunkan proses degradasi protein.
Peneliti lain adalah Robinson, yang memberikan suplemen kreatin 20 gram/hari pada 48 orang (usia 22-24 tahun) selama 5 hari sampai 9 minggu. Hasil penelitian ini adalah bahwa pengkonsumsian kreatin (jangka panjang dan jangka pendek) tidak menimbulkan gangguan pada gambaran hematologi, fungsi hati, fungsi ginjal, dan tidak mengakibatkan kerusakan otot.
Pengonsumsian kreatin perlu dijaga pada dosis yang sudah tertera karena pada dosis
tinggi akan menimbulkan beberapa efek samping seperti mual dan muntah. Kreatin bisa menjadi suplemen yang membantu untuk meningkatkan prestasi olahraga. Namun, harus diperhatikan dosis pemakaianya.

Efek Samping

Penggunaan jangka pendek kreatin umumnya dinyatakan aman (dinyatakan sebagai generally recognized as safe (GRASS) oleh FDA). Penggunaan terus menerus terutama dalam dosis tinggi dapat menimbulkan efek samping. Sejumlah hipotesis menyatakan bahwa asupan kreatin berlebihan dapat menyebabkan hipertensi yang diakibatkan karena kemampuan senyawa ini untuk meningkatkan retensi air di dalam tubuh.

Walaupun demikian, belum ditemukan adanya dehidrasi air akibat peningkatan pengambilan air otot yang disebabkan oleh suplementasi kreatin dalam jumlah dan dosis yang tepat.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa (European Food Safety Authorities/EFSA) menyatakan bahwa konsumsi kreatin yang berasal dari kreatin monohidrat (tingkat kemurnian 99.5%) sebaiknya tidak melebihi 20 gram / hari. Konsumsi suplemen ini sebesar 3 g/hari tidak menunjukkan adanya risiko atau ancaman.

Opini ini muncul karena fakta bahwa kreatine merupakan komponen alami dari air susu ibu (ASI). Kreatine juga merupakan komponen yang penting bagi perkembangan otak pada embrio manusia dan bayi. Ia juga dibutuhkan untuk mengoptimalkan fungsi fisiologi pada orang dewasa, terutama pada otak, jaringan saraf, sistem saraf, otot dan organ-organ lain yang membutuhkan banyak energi.

Lalu, pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah:

Bener ngga sih, Kreatin berbahaya buat ginjal??

tapi kalau emang ginjal rusak salah satu indikatornya adalah kadar kreatinin (bukan kreatin) yg tinggi.

kreatinin itu pecahan dari creatine phosphate yg natural ada dalam otot. emang harus dibuang, salah satunya lewat urine setelah disaring ginjal. kalau kadar kreatinin yg beredar dalam darah tinggi bisa jadi indikasi fungsi ginjal bermasalah.

kreatin atau amino utk nubie dengan budget terbatas?
menurut gw mending pilih whey (kecuali TS emang seneng nelen tablet mahal panjang 2,5cm diameter hampir 1cm sekaligus 4 utk 1 serving…)

Betul, kreatin dalam jumlah yg wajar gak bakalan kenapa-napa asal diimbangi minum yg banyak karena creatin ada efek hidrasi ke otot (kecuali nelen 50gr creatin perhari selama 1bulan berturut2)

Sumber

Pada manusia, kreatin yang diperoleh dari makanan umumnya berasal dari produk-produk hewani seperti daging sapi dan ikan. Tumbuhan tidak magandung kreatin sehingga kaum vegetarian cenderung memiliki konsentrasi kreatin yang rendah di dalam ototnya. Hal ini dapat diatasi dengan penambahan suplemen kreatin.

Sumber-sumber kreatin dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Patut diingat bahwa proses pemaksakan daging mentah sangat mempengaruhi konsentrasi kreatinnya karena senyawa ini dapat mudah bereaksi membentuk kreatinin dan kehilangan fungsinya. Proses pemasakan dapat mengurangi 68-78% kandungan kreatin semula yang ada di dalam daging.

Produk Kuantitas Kreatin
Daging Sapi Mentah 250 g 1 g
Daging Ayam Mentah 250 g 1 g
Daging kelinci Mentah 250 g 1 g
Dendeng sapi 100 g 0.04 g
L-Men Platinum 100 g (3 kali saji) 0.3 g
Daging Sapi Masak 250 g 0.3 g
Daging Ayam Masak 250 g 0.3 g
Daging kelinci Masak 250 g 0.3 g

Intinya kalo tidak dikonsumsi secara berlebihan ya nggak apa-apa…

Tapi gimana kalau seandainya sakit?? Denger2 ada obat alami buah noni dari pulau Tahiti Polinesian Perancis lhoo….

He…hee…..

Sources:

http://twedisanjaya.blogspot.com/

id.wikipedia

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3007053

answers.yahoo.com

About these ads

About this entry